Penyakit kanker merupakan penyakit yang masih menjadi momok menakutkan bagi siapa saja, baik yang sudah terkena maupun yang belum. Hal ini dikarenakan terapi yang tuntas dan efektif bagi kanker masih menjadi pekerjaan rumah bagi kalangan terapis, baik konvensional maupun alternative.

Habbatussauda yang merupakan bahan terapi thibbun nabawi, diyakini memiliki khasiat dan menjadi solusi bagi semua penyakit kecuali maut. Hal ini didasarkan kepada sabda Nabi saw, yang menyebutkan bahwa Habbatussauda merupakan obat bagi segala penyakit kecuali kematian.

Serangkaian riset sudah dilakukan untuk menguji khasiat Habbatussauda di dalam menanggulangi sel kanker. Riset tersebut ada yang bersifat uji in vitro, ada juga yang uji in vivo. Ada yang baru diujikan kepada hewan percobaan, namun ada juga yang sudah diujikan kepada manusia.

Beberapa riset tersebut di antaranya adalah:

1. Antitumor activity of an ethanol extract of Nigella sativa seeds
Penelitian dilakukan di Turki, di Medical faculty, Pathology Department Harran University. Dimuat di Jurnal Biologia Bratislava, halaman 735-740.
Dalam penelitian ini dibuktikan bahwa Extrak Ethanol Nigella sativa (Habbatussauda) memiliki efek mereduksi proliferasi sel, mengurangi proses pembelahan sel dan juga sintesis DNA dari penyakit Ehrlich Ascites Tumor pada tikus.

2. The antitumor activity of thymoquinone and thymohydroquinone in vitro and in vivo
Penelitian ini mengungkap fakta bahwa thymoquinone dan thymohydroquinone memiliki efek antitumor dengan meningkatkan aktifitas antiproliferasi melawan pertumbuhan sel tumor baik in vitro maupun in vivo dengan baik. Hanya saja mekanismenya bagaimana masih belum terjawab dengan memuaskan.
Penelitian inipun masih sebatas pada sel kanker pada tikus.
Penelitian ini dilakukan oleh para ahli dari
 Division of Molecular Medicine, Rudjer Boskovic Institute, Zagreb, Croatia.

  • Department of Biochemistry and Food chemistry, Faculty of Chemical Technology, Split, Croatia.
  • Faculty of Sciences, Department of Physical Chemistry, University of Geneva, 1204 Geneva, Switzerland

Penelitian ini dimuat di Jurnal Experimental Oncology 28, 220-224, September, 2006.

3. In vitro inhibition of growth and induction of apoptosis in cancer cell lines by thymoquinone
Dalam study ini ditemukan bukti bahwa Thymoquinone yang merupakan komponen dari Habbatussauda memiliki aktifitas antineoplastik (antikanker) pada beberapa jenis sel kanker, yakni kanker tulang, kanker payudara dan juga kanker ovarium (indung telur). Penelitian ini melibatkan langsung sel kanker manusia yakni MCF-7 (sel kanker payudara/human breast adenocarcinoma) BG-01 (sel kanker ovarium/human ovarian adenocarcinoma) dan COS31/rCDDP (Cisplatin resistan osteosarcoma/sel kanker tulang) yang diujikan secara in vitro (di luar tubuh penderita). Dalam study ini juga ditemukan bukti bahwa Habbatussauda memiliki aktivitas cytotoxic terhadap sel-sel kanker tersebut dan tidak berpengaruh terhadap sel-sel normal yang sehat. Ini merupakan sifat kandidat bahan kemoterapi di masa depan.
Penelitian dimuat di INTERNATIONAL JOURNAL OF ONCOLOGY 22: 107-113, 2003. Penelitian dilakukan oleh para ahli dari Department of Pathology, College of Veterinary Medicine, The University of Tennessee, Knoxville dan Cancer Center, The University of Tennessee Medical Center, Knoxville, USA.

4. Phase I Safety and Clinical Activity Study of Thymoquinone in Patients with Advanced Refractory Malignant Disease
Penelitian ini menganalisa efek samping Thymoquinone yang terdapat dalam Habbatussauda dan tingkat keamanannya saat dipakai pada manusia untuk berbagai jenis kanker beserta dosisnya. Jenis kanker yang diteliti:
1. Non small cell lung carcinoma (kanker paru-paru)
2. Hepatocellular carcinoma (kanker liver)
3. Prostatic carcinoma (kanker prostate)
4. Diffuse large B- cells Lymphoma
5. Colonic adenocarcinoma (kanker kolon/usus besar)
6. Breast carcinoma (kanker payudara)
7. Pancreatic carcinoma (kanker pancreas)
8. Gastric carcinoma (kanker lambung)
9. Liomyosarcoma (kanker rahim)
10. Renal cell carcinoma (kanker ginjal)
11. Carcinoma of Unknown Origin (kanker yang tak diketahui asalnya)

Dalam penelitian ini diketahui bahwa Thymoquinone memiliki batas toleransi dimana tidak menimbulkan efek samping maupun efek merugikan di range dosis 75 mg hingga 2600 mg/hari.
Penelitian dilakukan oleh para ahli dari

  • Department of Internal Medicine/Oncology, College of Medicine, King Faisal University, King Fahd Hospital of the University, Al-Khobar, Eastern Province, Kingdom of Saudi Arabia.
  • Department of Physiology, College of Medicine, King Faisal University, Dammam, Saudi Arabia.

Dan dimuat di Shiraz E Medical Journal, Vol. 10, No. 3, July 2009.

Faktor Pencetus Kanker:
Dari Luar:

  • Zat kimia dalam makanan maupun dari udara.
  • Berbagai mikroorganisme,baik virus,bakteri,maupun parasit yang menyebabkan infeksi dapat bersifat onkogenik,yaitu penyebab timbulnya tumor,bahkan karsinogenik contohnya : virus hepatitis B dan non A – non B merupakan inisiator penyebab terjadinya kanker hati.
  • Paparan radiasi.
  • Rangsangan Fisik/Trauma Fisik berulang.
  • Rokok
  • Hormon: Hormon adalah zat yang dihasilkan kelenjar tubuh yang fungsinya adalah mengatur kegiatan alat-alat tubuh dan selaput tertentu. Pada beberapa penelitian diketahui bahwa pemberian hormon tertentu secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan terjadinya beberapa jenis kanker seperti payudara, rahim, indung telur dan prostat (kelenjar kelamin pria).

Dari Dalam:

  • Obesitas berpengaruh pada metabolisme estrogen, Yaitu sejenis hormon yang berperan timbulnya kanker vagina,rahim,payudara dan hati
  • Genetis.
  • Kekebalan Tubuh rendah.

Cara Habbatussauda mengendalikan sel kanker:
1. Sebagai antioksidan yang melindungi sel sehat agar tak gampang berubah menjadi ganas.
2. Sebagai zat yang cytotoksik, yakni menyerang dan menghancurkan sel kanker, namun tidak merusak sel sehat/normal.
3. Menghambat proliferasi dan pembelahan sel kanker.
4. Menghambat terbentuknya neovaskularisasi (pembentukan pembuluh darah baru) yang digunakan kanker untuk berkembang.

Kendala praktis dalam terapi kanker menggunakan Habbatussauda:
1. Tidak yakinnya pasien di dalam menjalani terapi dan cenderung bersifat coba-coba saja. Hal ini mengakibatkan pasien berhenti dari terapi begitu mengalami hal-hal yang dirasa aneh di saat terapi. Karena menganggap semua hal yang tidak nyaman tersebut berasal dari bahan terapinya.
2. Terlalu yakin dengan bahan terapi, sehingga mengabaikan factor dosis di dalam proses terapinya. Padahal penerapan dosis yang tepat merupakan bagian dari ikhtiar yang juga harus diperhatikan dan harus ditempuh.
3. Penderita kanker adalah obyek labil yang mudah terbujuk dengan metode terapi yang ditawarkan bahkan oleh orang yang bukan ahlinya. Ketika seseorang menderita kanker, tiba-tiba semua orang dianggap dokter spesialis, dan dokter spesialis yang sesungguhnya menjadi tak bermanfaat advisnya serta dianggap awam.
4. Habbatussauda yang ada di pasaran masih berupa bahan simplisia. Sehingga membutuhkan dosis besar dalam terapinya yang menyebabkan konsumsi herbal menjadi tak nyaman.
5. Belum banyaknya riset yang merumuskan secara langsung dosis yang pas untuk berbagai jenis kanker yang berbeda.

Dosis awal Kanker : 40 kapsul Habbatussauda dibuka cangkang kapsulnya, campur dengan 3 sendok makan madu dan 2 sendok minyak habbatussauda. Buat adonan, dan adonan tersebut dimakan dalam sehari. Lakukan tiap hari. Dosis bisa dinaikkan hingga 100 kapsul per hari.

Oleh Dr. Insan Agung N

http://habbatsonline.com/