Penyakit Kencing Manis atau disebut juga Diabetes Mellitus adalah penyakit di mana tubuh gagal atau tidak bisa mengatur kadar gula di dalam darah. Gula diperlukan oleh tubuh sebagai sumber kalori atau tenaga. Kadarnya di dalam darah berubah-ubah, di mana diperlukan satu penjaga agar kadarnya normal. Gula yang tidak dipakai disimpan di otot, liver maupun di lemak yang lalu lintasnya diatur oleh insulin. Insulin merupakan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Dengan bantuan insulin inilah kadar gula di dalam darah bisa diatur dan dijaga hingga berada dalam batas normal.

Type Diabetes :

Ada 2 jenis Diabetes Mellitus yang dikenal di dunia medis:

Type 1.
Di mana insulin sangat sedikit bahkan hampir tidak diproduksi oleh pankreas, sehingga penderita membutuhkan insulin dari luar setiap harinya. DM type 1 ini biasa disebut juga IDDM (Insulin Dependent Diabetes Mellitus/ DM yang tergantung Insulin).

Type 2.
Di mana insulin diproduksi namun terjadi gangguan di sisi reseptor insulinnya, yakni terjadi resistensi. Reseptor insulin mengirimkan sinyal dimana dia butuh banyak insulin. Akibat permintaan yang berlebihan, akhirnya justru kelenjar pankreas merasa tak bisa mencukupi, dan akhirnya produksi insulinnya menjadi menurun. Type ini biasa disebut juga NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus). Walaupun pada kasus yang parah, akhirnya pasien akhirnya membutuhkan dan tergantung juga dengan pemberian insulin dari luar. Selain itu, terdapat jenis Diabetes Mellitus yang juga disebabkan oleh resistansi insulin yang terjadi pada wanita hamil.

Kriteria Diabetes :

Menurut kriteria diagnostik PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) 2006, seseorang dikatakan menderita Diabetes jika memiliki kadar gula darah puasa ≥126 mg/dL pada plasma vena dan ≥100 mg/dL pada darah kapiler sedangkan gula darah sewaktu ≥200 mg/dL pada plasma vena dan ≥200 pada darah kapiler.

Gejala :

Gejala klinis yang khas pada DM yaitu “Triaspoli” polidipsi (banyak minum), poli phagia (banyak makan) & poliuri (banyak kencing), disamping disertai dengan keluhan sering kesemutan terutama pada jari-jari tangan, badan terasa lemas, gatal-gatal dan bila ada luka sukar sembuh. Kadang-kadang berat badan menurun secara drastis.

Peran Habbatussauda

Pre Klinik :

Beberapa penilitian preklinik telah dilakukan untuk membuktikan efek habbatussauda untuk menurunkan kadar gula darah. Di antaranya:

1. Effect Of Nigella Sativa (Black Seed) And Thymoquinone On Blood Glucose In Albino Rats, Zubaida A. Hawsawi, MBBS; Basil A. Ali, PhD; Abdullah O. Bamosa, PhD. Penelitian ini dimuat di Annals of Saudi Medicine, Vol 21, Nos 3-4, 2001. Di mana di dalam kesimpulannya, disebutkan bahwa habbatussauda secara signifikan menurunkan kadar gula darah pada tikus.

2. In Vitro Hypoglycemic Activity Of Methanolic Extract Of Some Indigenous Plants. M. Saeed Arayne, Najma Sultana*, Agha Zeeshan Mirza, M. Hashim Zuberi and Farhan Ahmed Siddiqui, 2007. Dalam penelitian ini habbatusauda dapat diindikasikan sebagai agen antidiabetik yang bisa digunakan sebagai mono therapy (terapi tunggal) maupun add-on therapy (terapi tambahan).

3. Effects of Methanolic Extract and Commercial Oil of Nigella sativa L. on Blood Glucose and Antioxidant Capacity in Alloxan-Induced Diabetic Rats, Zahira Houcher, Khaouther Boudiaf, Mustapha Benboubetra, Bakhouche Houcher Department of Biology, Faculty of Sciences, University of Sétif, Sétif 19000, Algeria, 2007. Di akhir penelitiannya, habbatussauda disarankan bisa dipakai sebagai bahan komplemen antidiabetik yang bisa digunakan bagi pasien diabetes type 2.
Uji Klinis :

1. Elemental Constituent of Antidiabetic Screening of a Folkloric Medicinal Plant Prescription, Akhtar,MS and MU. Shah, International journal of Toxicology, Occupational and Environmental, 1993. Dalam riset ini dijelaskan bahwa rebusan tanaman habbatusauda secara signifikan dapat menurunkan kadar gula darah setelah diminum.

2. Effect of Baraka Oil (Habbatussauda Oil) on Blood Sugar in persons with Hyperglycemia, M. H. A. Tissera et al, 1997. Uji terhadap 55 pasien hiperglikemik dengan 2,5 ml minyak habbatussauda selama sebulan. Hasilnya 73% diantaranya mengalami penurunan kadar gula darah secara signifikan.

Untuk panduan resep Kasus Diabetes sbb :

Menggunakan Minyak Habbaatussauda yang dimasukkan dalam kapsul (Nigellive-Red)
Untuk kadar gula darah di bawah 200 mg/dl minum 3×1 kapsul
Untuk kadar gula darah antara 200 hingga 300 mg/dl minum 3×2
Untuk kadar gula darah di atas 300 mg/dl minum 3×3 kapsul
Jika menggunakan Habbatussauda Kapsul (Habbat’ Sehat Red)
Utk kadar gula darah di bawah 200 mg/dl minum 3×2 s/d 3×3 kapsul
Utk kadar gula darah antara 200 – 300 mg/dl minum 3×4 s/d 3×5 kapsul
Utk kadar gula darah di atas 300 mg/dl minum 3×6 s/d 3×9 kapsul
1. Cek Lab dilakukan setelah terapi 1 bulan.
2. Jika sudah normal, terus konsumsi dengan dosis maintenance Habbat’S Sehat 3×2 s/d 3×3 atau Nigellive 3×1 kapsul.
3. Pola makan tetap diatur. Dalam artian harus seimbang dalam semua segi. Seimbang komposisinya, seimbang antara yang diasup maupun yang dipakai dlsb.
4. Efek pada ginjal justru baik jika habbatussauda dikonsumsi terus menerus.

Lantas apa bedanya dengan mengkonsumsi OAD (Oral Anti Diabetes) jika sama-sama mengkonsumsi terus menerus?
Dengan mengkonsumsi habbatussauda, tidak hanya kadar gula darah yang membaik dan dijaga, namun juga kolesterol, trigliserid, mengandung antioksidan, mengandung nutrisi, meningkatkan daya tahan tubuh, dan segudang manfaat habbatussauda yang lainnya.
Habbatussauda saat ini seyogyanya digunakan sebagai add-on therapy atau terapi tambahan. Sehingga bisa dikombinasikan dengan terapi dari dokter.

http://habbatsonline.com/